Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Biografi Jokowi (Joko Widodo)

Jokowi adalah tokoh pemimpin terpuji Walikota Solo dan berperan memperomosikan Mobil ESEMKA. Ir. Joko Widodo (Jokowi) adalah walikota Kota Surakarta (Solo) untuk dua kali masa bhakti 2005-2015. Wakil walikotanya adalah F.X. Hadi Rudyatmo. Jokowi lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961. Agama Jokowi adalah Islam. Pada 2012 Jokowi memenangkan Pilkada DKI Jakarta dan ditetapkan sebagi Gubernur DKI Jakarta. Banyak pihak optimis dengan kinerja Jokowi dan wakilnya Ahok untuk memperbaiki kota Jakarta yang semerawut.

Jokowi

Biografi Jokowi (Joko Widodo)

Jokowi meraih gelar insinyur dari Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 1985. Ketika mencalonkan diri sebagai walikota Solo, banyak yang meragukan kemampuan pria yang berprofesi sebagai pedagang mebel rumah dan taman ini; bahkan hingga saat ia terpilih. Namun setahun setelah ia memimpin, banyak gebrakan progresif dilakukan olehnya. Ia banyak mengambil contoh pengembangan kota-kota di Eropa yang sering ia kunjungi dalam rangka perjalanan bisnisnya.
Di bawah kepemimpinannya, Solo mengalami perubahan yang pesat. Branding untuk kota Solo dilakukan dengan menyetujui moto “Solo: The Spirit of Java“. Langkah yang dilakukannya cukup progresif untuk ukuran kota-kota di Jawa: ia mampu merelokasi pedagang barang bekas di Taman Banjarsari hampir tanpa gejolak untuk merevitalisasi fungsi lahan hijau terbuka, memberi syarat pada investor untuk mau memikirkan kepentingan publik, melakukan komunikasi langsung rutin dan terbuka (disiarkan oleh televisi lokal) dengan masyarakat. Taman Balekambang, yang terlantar semenjak ditinggalkan oleh pengelolanya, dijadikannya taman. Jokowi juga tak segan menampik investor yang tidak setuju dengan prinsip kepemimpinannya. Sebagai tindak lanjut branding ia mengajukan Surakarta untuk menjadi anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia dan diterima pada tahun 2006. Langkahnya berlanjut dengan keberhasilan Surakarta menjadi tuan rumah Konferensi organisasi tersebut pada bulan Oktober 2008 ini. Pada tahun 2007 Surakarta juga telah menjadi tuan rumah Festival Musik Dunia (FMD) yang diadakan di kompleks Benteng Vastenburg yang terancam digusur untuk dijadikan pusat bisnis dan perbelanjaan. FMD pada tahun 2008 diselenggarakan di komplek Istana Mangkunegaran.
Berkat prestasi tersebut, Jokowi terpilih menjadi salah satu dari “10 Tokoh 2008″ oleh Majalah Tempo.

Asal Nama Julukan Jokowi

“Jokowi itu pemberian nama dari buyer saya dari Prancis,” begitu kata Wali Kota Solo, Joko Widodo, saat ditanya dari mana muncul nama Jokowi. Kata dia, begitu banyak nama dengan nama depan Joko yang jadi eksportir mebel kayu. Pembeli dari luar bingung untuk membedakan, Joko yang ini apa Joko yang itu. Makanya, dia terus diberi nama khusus, ‘Jokowi’. Panggilan itu kemudian melekat sampai sekarang. Di kartu nama yang dia berikan tertulis, Jokowi, Wali Kota Solo. Belakangan dia mengecek, di Solo yang namanya persis Joko Widodo ada 16 orang.
Saat ini, Jokowi menjabat untuk periode kedua. Kemenangan mutlak diperoleh saat pemilihan wali kota tahun lalu. Nama Jokowi kini tidak hanya populer, tapi kepribadiannya juga disukai masyarakat. Setidaknya, ketika pergi ke pasar-pasar, para pedagang beramai-ramai memanggilnya, atau paling tidak berbisik pada orang sebelahnya, “Eh..itu Pak Joko.”
Bagaimana ceritanya sehingga dia bisa dicintai masyarakat Solo? Kebijakan apa saja yang telah membuat rakyatnya senang? Mengapa pula dia harus menginjak pegawainya? Berikut wawancara wartawan Republika, Ditto Pappilanda, dengan Jokowi dalam kebersamaannya sepanjang setengah hari di seputaran Solo.
Sikap apa yang Anda bawa dalam menjalankan karier sebagai birokrat?
Secara prinsip, saya hanya bekerja untuk rakyat. Hanya itu, simpel. Saya enggak berpikir macam-macam, wong enggak bisa apa-apa. Mau dinilai tidak baik, silakan, mau dinilai baik, ya silakan. Saya kan tugasnya hanya bekerja. Enggak ada kemauan macam-macam. Enggak punya target apa-apa. Bekerja. Begitu saja.
Bener, saya tidak muluk-muluk dan sebenarnya yang kita jalankan pun semua orang bisa ngerjain. Hanya, mau enggak. Punya niat enggak. Itu saja. Enggak usah tinggi-tinggi. Sederhana sekali.
Contoh, lima tahun yang lalu, pelayanan KTP kita di kecamatan semrawut. KTP bisa dua minggu, bisa tiga minggu selesai. Tidak ada waktu yang jelas. Bergantung pada yang meminta, seminggu bisa, dua minggu bisa. Tapi, dengan memperbaiki sistem, apa pun akan bisa berubah. Menyiapkan sistem, kemudian melaksanakan sistem itu, dan kalau ada yang enggak mau melaksanakan sistem, ya, saya injak.
Awalnya reaksi internal bagaimana?
Ya biasa, resistensi setahun di depan, tapi setelah itu, ya, biasa saja. Semuanya kalau sudah biasa, ya semuanya senang. Ya, kita mengerti itu masalah kue, ternyata ya juga bisa dilakukan.
Untuk mengubah sistem proses KTP itu, tiga lurah saya copot, satu camat saya copot. Saat itu, ketika rapat diikuti 51 lurah, ada tiga lurah yang kelihatan tidak niat. Enggak mungkin satu jam, pak, paling tiga hari, kata mereka. Besoknya lurah itu tidak menjabat. Kalau saya, gitu saja. Rapat lima camat lagi, ada satu camat, sulit pak, karena harus entri data. Wah ini sama, lah. Ya, sudah.
Nyatanya, setelah mereka hilang, sistemnya bisa jalan. Seluruh kecamatan sekarang sudah seperti bank. Tidak ada lagi sekat antara masyarakat dan pegawai, terbuka semua. Satu jam juga sudah jadi. Rupiah yang harus dibayar sesuai perda, Rp 5.000.
Anda juga punya pengalaman menarik dalam penanganan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang kemudian banyak menjadi rujukan?
Iya. Sekarang banyak daerah-daerah ke sini, mau mengubah mindset. Oh ternyata penanganan (PKL) bisa tanpa berantem. Memang tidak mudah. Pengalaman kami waktu itu adalah memindahkan PKL di Kecamatan Banjarsari yang sudah dijadikan tempat jualan bahkan juga tempat tinggal selama lebih dari 20 tahun. Kawasan itu sebetulnya kawasan elite, tapi karena menjadi tempat dagang sekaligus tempat tinggal, yang terlihat adalah kekumuhan.
Lima tahun yang lalu, mereka saya undang makan di sini (ruang rapat rumah dinas wali kota). Saya ajak makan siang, saya ajak makan malam. Saya ajak bicara. Sampai 54 kali, saya ajak makan siang, makan malam, seperti ini. Tujuh bulan seperti ini. Akhirnya, mereka mau pindah. Enggak usah di-gebukin.
Mengapa butuh tujuh bulan, mengapa tidak di tiga bulan pertama?
Kita melihat-melihat angin, lah. Kalau Anda lihat, pertama kali mereka saya ajak ke sini, mereka semuanya langsung pasang spanduk. Pokoknya kalau dipindah, akan berjuang sampai titik darah penghabisan, nyiapin bambu runcing. Bahkan, ada yang mengancam membakar balai kota.
Situasi panas itu sampai pertemuan ke berapa?
Masih sampai pertemuan ke-30. Pertemuan 30-50 baru kita berbicara. Mereka butuh apa, mereka ingin apa, mereka khawatir mengenai apa. Dulu, mereka minta sembilan trayek angkot untuk menuju wilayah baru. Kita beri tiga angkutan umum. Jalannya yang sempit, kita perlebar.
Yang sulit itu, mereka meminta jaminan omzet di tempat yang baru sama seperti di tempat yang lama. Wah, bagaimana wali kota disuruh menjamin seperti itu. Jawaban saya, rezeki yang atur di atas, tapi nanti selama empat bulan akan saya iklankan di televisi lokal, di koran lokal, saya pasang spanduk di seluruh penjuru kota. Akhirnya, mereka mau pindah.
Pindahnya mereka saya siapkan 45 truk, saya tunggui dua hari, mereka pindah sendiri-sendiri. Pindahnya mereka dari tempat lama ke tempat baru saya kirab dengan prajurit keraton. Ini yang enggak ada di dunia mana pun. Mereka bawa tumpeng satu per satu sebagai simbol kemakmuran. Artinya, pindahnya senang. Tempat yang lama sudah jadi ruang terbuka hijau kembali.
Omzetnya di tempat yang baru?
Bisa empat kali. Bisa tanya ke sana, jangan tanya saya. Tapi, ya kira-kira ada yang sepuluh kali, ada yang empat kali. Rata-rata empat kali. Ada yang sebulan Rp 300 juta. Itu sudah bukan PKL lagi, geleng-geleng saya.
Bagaimana dengan PKL yang lain?
Setelah yang eks-PKL Banjarsari pindah, tidak sulit meyakinkan yang lain. Cukup pertemuan tiga sampai tujuh kali pertemuan selesai. Sampai saat ini, kita sudah pindahkan 23 titik PKL, tidak ada masalah.
Lha yang repot sekarang ini malah pedagang PKL itu minta direlokasi. Kita yang nggak punya duit. Sampai sekarang ini, masih 38 persen PKL yang belum direlokasi. Jadi, kalau masih melihat PKL di jalan atau trotoar, itu bagian dari 38 persen tadi.
Tampaknya, pemberdayaan pasar menjadi perhatian Anda?
Oiya. Kita sudah merenovasi 34 pasar dan membangun pasar yang baru di tujuh lokasi. Jika dikelola dengan baik, pasar ini mendatangkan pendapatan daerah yang besar.
Dulu, ketika saya masuk, pendapatan dari pasar hanya Rp 7,8 miliar, sekarang Rp 19,2 miliar. Hotel hanya Rp 10 miliar, restoran Rp 5 miliar, parkir Rp 1,8 miliar, advertising Rp 4 miliar. Hasil Rp 19,2 miliar itu hanya dari retribusi harian Rp 2.600. Pedagangnya banyak sekali, kok. Ini yang harus dilihat. Asal manajemennya bagus, enggak rugi kita bangun-bangun pasar. Masyarakat-pedagang terlayani, kita dapat income seperti itu.
Sementara kalau mal, enggak tahu saya, paling bayar IMB saja, kita mau tarik apa? Makanya, mal juga kita batasi. Begitu juga hypermarket kita batasi. Bahkan, minimarket juga saya stop izinnya. Rencananya dulu akan ada 60-80 yang buka, tapi tidak saya izinkan. Sekarang hanya ada belasan.
Tapi, sepertinya Pasar Klewer belum tersentuh ya, kondisinya masih kurang nyaman?
Klewer itu, waduh. Duitnya gede sekali. Kemarin, dihitung investor, Rp 400 miliar. Duit dari mana? Anggaran berapa puluh tahun, kita mau cari jurus apa belum ketemu. Anggaran belanja Solo Rp 780 miliar, tahun ini Rp 1,26 triliun. Tidak mampu kita. Pedagang di Klewer lebih banyak, 3.000-an pedagang, pasarnya juga besar sekali. Di situ, yang Solo banyak, Sukoharjo banyak, Sragen banyak, Jepara ada, Pekalongan ada, Tegal ada. Batik dari mana-mana. Tapi, saya yakin ada jurusnya, hanya belum ketemu aja.
Soal pendidikan, di beberapa daerah sudah banyak dilakukan pendidikan gratis, apakah di Solo juga begitu?
Kita beda. Di sini, kita menerbitkan kartu untuk siswa, ada platinum, gold, dan silver. Mereka yang paling miskin itu memperoleh kartu platinum. Mereka ini gratis semuanya, mulai dari uang pangkal sampai kebutuhan sekolah dan juga biaya operasional. Kemudian, yang gold itu mendapat fasilitas, tapi tak sebanyak platinum. Begitu juga yang silver, hanya dibayari pemkot untuk kebutuhan tertentu.
Itu juga yang diberlakukan untuk kesehatan?
Iya, ada kartu seperti itu, ada gold dan silver. Gold ini untuk mereka yang masuk golongan sangat miskin. Semua gratis, perawatan rawat inap, bahkan cuci darah pun untuk yang gold ini gratis.
Tampaknya, sekarang masyarakat sudah percaya pada Anda, padahal di awal terpilih, banyak yang sangsi?
Yah, satu tahun, lah. Namanya belum dikenal, saya kan bukan potongan wali kota, kurus, jelek. Saya juga enggak pernah muncul di Solo, apalagi bisnis saya 100 persen ekspor. Ada yang sangsi, ya biar saja, sampai sekarang enggak apa-apa. Mau sangsi, mau menilai jelek, terserah orang.
Dulu, apa niat awalnya jadi wali kota?
Enggak ada niat, kecelakaan. Ndak tahu itu. Dulu, pilkada pertama, kita dapat suara 37 persen, menang tipis. Wong saya bukan orang terkenal, kok. Yang lain terkenal semuanya kan, saya enggak. Tapi, kelihatannya masyarakat sudah malas dengan orang terkenal. Mau coba yang enggak terkenal. Coba-coba, jadi saya bilang kecelakaan tadi itu memang betul.
Hal apa yang paling mengesankan selama Anda menjadi wali kota?
Paling mengesankan? Paling mengesankan itu, kalau dulu, kan, wali kota mesti meresmikan hal yang gede-gede. Meresmikan mal terbesar besar misalnya. Tapi, sekarang, gapura, pos ronda, semuanya saya yang buka, kok. Pos ronda minta dibuka wali kota, gapura dibuka wali kota, ya gimana rakyat yang minta, buka aja. Ya, kadang-kadang lucu juga. Tapi kita nikmati.
Apa kesulitan yang paling pertama Anda temui saat menjabat sebagai wali kota?
Masalah aturan. Betul. Kita, kalau di usaha, mencari yang se-simpel mungkin, seefisien mungkin. Tapi, kita di pemerintahan enggak bisa, ada tahapan aturan. Meskipun anggaran ada, aturannya enggak terpenuhi, enggak bisa jalani. Harusnya, bisa kita kerjain dua minggu, harus menunggu dua tahun. Banyak aturan-aturan yang justru membelenggu kita sendiri, terlalu prosedural. Kita ini jadi negara prosedur.
Apa pertimbangannya saat Anda mencalonkan untuk kali kedua?
Sebetulnya, saya enggak mau. Mau balik lagi ke habitat tukang kayu. Saat itu, setiap hari datang berbondong-bondong berbagai kelompok yang mendorong saya maju lagi. Mereka katakan, ini suara rakyat. Saya berpikir, ini benar ndak, apa hanya rekayasa politik. Dua minggu saya cuti, pusing saya mikir itu. Saya pulang, okelah saya survei saja. Saya survei pertama, dapatnya 87 persen. Enggak percaya, saya survei lagi, dapatnya 87 persen lagi.
Setelah survei itu, saya melihat, benar-benar ada keinginan masyarakat. Jadi, yang datang ke saya itu benar. Dan ternyata memang saya dapat hampir 91 persen. Saya lihat ada harapan dan ekspektasi yang terlalu besar. Perhitungan saya 65-70 persen. Hitungan di atas kertas 65:35, atau 60:40, kira-kira.
Ada kekhwatiran tidak, ketika lepas jabatan, semua yang Anda bangun tetap terjaga?
Pertama ada blueprint, ada concept plan kota. Paling tidak, pemimpin baru nanti enggak usah pakai 100 persen, seenggaknya 70 persen. Jangan sampai, sudah SMP, kembali lagi ke TK. Saya punya kewajiban juga untuk menyiapkan dan memberi tahu apa yang harus dilakukan nantinya.

Biodata Joko Widodo

Nama : Joko Widodo
Tempat Tanggal Lahir: Surakarta, 21 Juni 1961
Agama : Islam
Pekerjaan : Pengusaha
Agama : Islam
Profil Facebook : jokowi
Akun twitter : jokowi_do2
Email: jokowi@indo.net.id
Alamat Kantor : Jl. Jend. Sudirman No. 2 Telp. 644644, 642020, Psw 400, Fax. 646303
Alamat Rumah Dinas : Rumah Dinas Loji Gandrung Jl. Slamet Riyadi No. 261 Telp. 712004
HP. 0817441111
Pendidikan:
  • SDN 111 Tirtoyoso Solo
  • SMPN 1 Solo
  • SMAN 6 Solo
  • Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta lulusan 1985
Karir:
  • Pendiri Koperasi Pengembangan Industri Kecil Solo (1990)
  • Ketua Bidang Pertambangan & Energi Kamar Dagang dan Industri Surakarta (1992-1996)
  • Ketua Asosiasi Permebelan dan Industri Kerajinan Indonesia Surakarta (2002-2007)
Penghargaan:
  • Joko Widodo terpilih menjadi salah satu dari “10 Tokoh 2008″
  • Menjadi walikota terbaik tahun 2009
  • Pak Joko Widodo jg meraih penghargaan Bung Hatta Award, atas kepemimpinan dan kinerja beliau selama membangun dan memimpin kota Solo.
  • Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) Award
Selain itu, berkat kepemimpinan beliau (dan tentunya semua pihak yg membantu), kota Solo jg banyak meraih penghargaan, di antaranya
  • Kota Pro-Investasi dari Badan Penanaman Modal Daerah Jawa Tengah
  • Kota Layak Anak dari Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan
  • Wahana Nugraha dari Departemen Perhubungan
  • Sanitasi dan Penataan Permukiman Kumuh dari Departemen Pekerjaan Umum
  • Kota dengan Tata Ruang Terbaik ke-2 di Indonesia

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Review Film Frozen: Kisah Klasik yang Beda dari Biasanya


FROZN_014M_G_ENG-GB_70x100.indd
Menjelang penghujung akhir tahun 2013, salah satu tema yang banyak diangkat untuk menjadi film di akhir tahun adalah film bertema Natal atau musim dingin. Tidak terkecuali Disney yang menghadirkan film animasi terbarunya berjudul “Frozen” yang memiliki salah satu dari tema umum untuk film yang rilis di bulan Desember tersebut.
Disney memang sudah terkenal dengan berbagai film animasinya yang mengambil tema serta kisah dari dongeng klasik, tentunya dengan berbagai gubahan yang sesuai dengan tren serta tema saat ini. Sehingga beragam film Disney pun bisa dinikmati oleh berbagai kalangan tanpa harus merasa bosan karena adaptasi cerita klasik tersebut. Belajar dari kesuksesan tersebut, Disney pun menggarap film “Frozen” di mana kisah ini kembali mengadaptasi dongeng klasik lawas, yaitu “The Snow Queen” karangan Hans Christian Andersen.

Plot Utama

frozen-movie-review
Di sebuah kerajaan bernama Arendelle, terdapat dua orang putri kerajaan bernama Elsa dan Anna. Berbeda dengan saudarinya, Elsa memiliki kemampuan sihir untuk menciptakan salju dan es. Hal tersebut disembunyikan oleh kedua orang tuanya untuk menghindari ketakutan dari rakyat sampai Elsa mampu mengontrol kemampuan sihirnya tersebut. Isolasi tersebut akhirnya berakhir pada hari di mana Elsa dinobatkan menjadi Ratu Arendelle menggantikan kedua orang tuanya.
Sayangnya, hari penobatan tersebut harus diakhiri dengan bencana karena Elsa tidak mampu mengontrol kemampuan sihirnya tersebut dan melarikan diri dari kerajaan menuju Gunung Utara untuk mengasingkan diri. Bencana Arendelle tidak berhenti sampai di sana, karena tanpa pengetahuannya, Elsa telah menciptakan salju abadi di musim panas dan menutupi seluruh Arendelle.
frozen-disney-ana-olaf-kristoff-sven-570x294
Anna, adik dari Elsa, memutuskan untuk mencari sang kakak untuk menghentikan malapetaka salju abadi dan mengembalikan musim panas di Arendelle kembali. Perjalanannya, tentu saja, tidak akan mudah. Berhasilkan Anna membujuk sang Ratu Salju untuk mengembalikan keadaan seperti sedia kala?

Kisah Putri Disney yang Berbeda nan Klasik

Jika Anda pernah menonton film “Tangled”, maka Anda akan mendapatkan nuansa yang hampir serupa. Visual yang sangat memanjakan mata sudah menjadi bagian dari film animasi saat ini, terutama animasi 3D. “Frozen” menawarkan berbagai sajian grafis dan visual yang detil serta berwarna, baik dari segi karakter maupun lingkungannya. Tema utama dari film animasi ini memang musim dingin dan menampilkan melulu salju yang serba putih, tetapi hal tersebut tidak mengurungkan niat Disney untuk tetap menyajikan keindahan dari sebuah musim dingin di dalam film “Frozen” ini. Musik dan lagu yang disusun secara apik dan menarik juga turut mengambil bagian yang nampaknya sulit untuk dipisahkan dari berbagai film animasi Disney, di mana aspek musikal ini telah menjadi salah satu bagian kuat dari film animasi Disney sejak dulu.
disney-frozen-kristoff-sven-570x294
Dari segi cerita, karena “Frozen” merupakan hasil adaptasi dongeng klasik yang digubah ulang, maka Anda akan menemui alur cerita yang terbilang biasa saja. Namun hal tersebut tidak menjadi masalah yang berarti karena “Frozen” cukup berhasil menyajikan perkembangan karakter serta drama dan kejutan yang tak terduga dengan baik. Hal tersebut juga diperkuat dengan moral serta inti cerita yang tidak mengikuti stereotipe seorang puteri yang butuh diselamatkan oleh pangeran, Anda akan menemukan kisah puteri yang cukup berbeda dari stereotipe tersebut di dalam film “Frozen” ini. Tak terkecuali beragam adegan lucu dan jenaka dari para tokohnya yang bisa membuat Anda tertawa terpingkal-pingkal sepanjang film berlangsung.
Sebagai salah satu dari sekian banyak film animasi yang hadir untuk penghujung akhir tahun 2013 ini, “Frozen” bisa menjadi pilihan film musim dingin yang cukup layak untuk ditonton untuk berbagai kalangan. Jika Anda berniat untuk mengajak keluarga atau anak-anak Anda menonton film ini di bioskop, ada baiknya juga untuk mencoba menonton film ini dalam format 3D untuk lebih menikmati suguhan aksi 3D yang dikemas dalam film “Frozen” ini.
frozen-disney-elsa-570x294


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cara Mengganti Template Blog Dari Hasil Download


Lantas ada pertanyaan,gimana cara mengganti template blog dari hasil download? Gimana cara mengganti template blog dengan template all custom?


Ilustrasi                                                                Blogger Template

Dalam postingan blog sebelumnya Cara Design Blog meberikan tutorial blogger cara mengganti template blog. namun ini untuk menggati template blog dengan template yang sudah disediakan Blogger. Dalam kesempatan yang baik ini Cara Design Blog akan memberikan tutorial blogger cara mengganti template blog dari hasil download.
Silahkan disimak tutorial blogger cara mengganti template blog dari hasil download berikut ini:
1. Login atau Masuk ke halaman Dasbor Blog kamu.
2. KLIK: Template, seperti gambar-1 di bawah ini:

Gambar-1
 Menuju halaman Template seperti gambar-2 berikut ini:

Gambar-2
 3. KLIK: Cadangkan/Pulihkan
Biar lebih jelas silahkan lihat gambar-2 di atas:
Setelah meng-Klik: Cadangkan/Pulihkan akan muncul kotak Template Cadangkan/Pulihkan, seperti gambar-3 di bawah ini:

Gambar-3
4. Klik: Unduh template lengkap (lihat petunjk pada gambar-3 diatas) 
Ada baiknya kamu unduh dulu template blog kamu sebelum mengganti dengan template hasil download untuk berjaga-jaga jika template hasil download tidak berjalan atau ada galat template yang kamu pakai sebelumnya masih bisa digunkan lagi setelah diunduh dan disimpan di hardisk komputer atau laptop kamu/

5. Unggah template dari file hard drive kamu
Cara mengggah template dari file hard drive caranya denga Klik: Browse, seperti gambar-4 di bawah ini:

Gambar-4


6. Pilh file dengan cara KLIK: File Template hasil download kamu di hard drive.
7. Unggah file template
Caranya dengan KLIK: Unggah, lihat petunjuknya pada gambar-4 diatas.
Kalau sudah klik: Unggah, tunggu sebentar komputer akan proses upload file template.
Setelah proses upload selesai maka proses mengganti template dari hasil download sudah selesai artinya tampilan blog kamu sudah menggunkan template hasil download.

Demikian tutorial blogger cara mengganti template dari hasil download. Jika kamu masih ingin mengganti template lagi lakukan dengan cara yang sama seperti pada tutorial cara mengganti template dari hasil download ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ashabul Kahfi

(Seri Kecerdasan Ali bin Abi Thalib)

Dari Imam Ali ra yang menceritakan Ashabul Kahfi kepada seorang Yahudi yang ingin menguji kecerdasan Imam Ali ra. Apabila Imam Ali ra tidak bisa menceritakandan menjawab pertanyaannya, maka ia tidak mau memeluk ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad saw.
Tiga orang pendeta Yahudi datang menemui Imam Ali ra, mereka ingin menguji kebenaran agama Islam.
Salah seorang berkata, “Wahai Ali, ada satu masalah yang ingin kutanyakan kepadamu.”
Imam Ali ra pun berkata, “Bertanyalah sesukamu!”
Pendeta Yahudi tadi berkata, “Beritahukan kepadaku tentang sekelompok remaja pada zaman dahulu. Yang mana mereka mati selama tiga ratus sembilan tahun, lalu Allah hidupkan kembali. Bagaimana kisah mereka itu?”
Imam Ali ra tersenyum dan mulai menceritakan keinginan dari pendeta Yahudi tersebut, “Wahai Yahudi, mereka adalah penghuni gua (Ashabul Kahfi). Allah telah menurunkan atas Nabi kami, Muhammad saw, al-Quran yang memuat kisah mereka. Kalau engkau mau, akan kami bacakan kisah mereka di hadapanmu.”
Orang Yahudi berkata, “Betapa sering aku mendengar bacaan al-Quran. Kalau engkau memang tahu, katakan kepadaku nama-nama mereka, nama raja, nama anjing, nama gunung, nama gua dan kisah mereka dari awal sampai akhir!”
Lalu Imam Ali ra duduk sambil mengangkat kedua lututnya dengan melilitkan sorban pada kedua lututnya, dengan sorban Rasulullah saw, seraya berkata, “Wahai saudara bangsa Arab, kekasihku Muhammad saw pernah bercerita kepadaku bahwa di daerah Romawi terdapat sebuah kota bernama Afsus dan juga dinamakan Thurthus. Nama kota itu di zaman jahiliyah adalah Afsus, lalu ketika Islam datang dinamakan Thurthus. Mereka mempunyai seorang raja yang saleh. Beberapa waktu kemudian, raja itu wafat, lalu tersebar berita kematiannya hingga seorang raja dari Persia yang bernama Diqyanus, mendengar berita tersebut. Diqyanus adalah raja yang sangat zalim dan kafir. Dia datang bersama bala tentara ke kota Afsus dan menjadikan sebagai kerajaannya, dan membangun sebuah istana megah.”
Yahudi itu berkata, “Jika anda benar-benar tahu, maka jelaskan kepadaku tentang istana itu dan ruangan-ruangannya!”
Imam Ali ra segera menjawab, “Raja itu membangun istana dari marmer, panjangnya satu farsakh atau sama dengan 5 hingga 6 km, lebarnya satu farsakh. Di dalamnya terdapat empat ribu pilar dari emas dan seribu lampu emas, lantainya dari suasa dan setiap malam diisi dengan minyak wangi yang harum. Ia letakkan di tumur, seratus delapan puluh kekuatan, demikian juga di bagian baratnya. Matahari dari sejak terbit sampai terbenam mengitari istana. Ia membuat singgasana dari emas yang panjangnya delapan puluh hasta dan berhiaskan mutiara. Ia letakkan di sebelah kanan singgasana delapan puluh kursi emas untuk para panglimanya dan si sebelah kirinya delapan puluh kursi emas juga. Dia duduk di atas singgasananya sambil mengenakan mahkota di atas kepalanya.”
Yahudi itu dengan bersemangat berkata melanjutkan, “Wahai Ali, jika engkau sungguh mengetahui, katakan kepadaku terbuat dari apa mahkotanya?”
Imam Ali ra menjawab, “Wahai saudara Yahudi, mahkotanya terbuat dari emas cetakan yang mempunyai sembilan pucuk. Pada setiap pucuk terdapat lampu yang bersinar laksana lampu yang bersinar di malam yang gelap. Dia memiliki lima puluh remaja dari anak para panglima. Mereka berpakaian terbuat dari sutera merah dan celana yang terbuat dari sutera hijau. Mereka memakai mahkota, gelang tangan dan gelang kaki yang terbuat dari emas berkilauan. Dia juga jadikan enam pemuda dari kalangan ulam sebagai menteri-menteri. Dia tidak akan menetapkan satu keputusan tanpa berdiskusi dengan mereka. tiga orang dari mereka berdiri di sebelah kanan dan tiga orang di sebelah kiri sang raja.”
Yahudi berkata, “Wahai Ali! Jika Anda benar, beritahu aku siapa nama enam orang itu?”
Imam Ali ra menjawab, “Kekasihku Muhammad saw bercerita padaku, bahwa tiga orang yang di sebelah kanan adalah Tamlikho, Muksalmina, dan Muhsalmina. Sedang yang di sebelah kiri Marthuliyus, Kaythus, dan Sadaniyus. Raja itu senantiasa meminta pendapat dari mereka dalam segala urusannya. Jika ia duduk di singgasananya yang mewah setiap hari, orang-orang pun berkumpul di sekitarnya, maka datanglah tiga pemuda dari sebuah pintu. Di tangan salah seorang dari mereka terdapat gelas emas yang berisi minyak kesturi (misk). Di tangan pemuda kedua adalah gelas perak berisi air mawar, serta di tangan pemuda ketiga bertengger seekor burung yang molek. Jika yang satu berteriak, maka burung itu terbang menuju gelas yang berisi air mawar, lalu ia mandi dengan air mawar itu. Bulu dan sayapnya menyerap air mawar yang wangi.
Jika yang kedua berteriak, maka si burung terbang menuju gelas yang berisi minyak wangi (misk). Burung kecil itu pun mandi dan menyerap minyak wangi dengan bulu dan sayapnya. Kemudian jika yang ketiga berteriak, maka burung itu terbang menuju mahkota raja untuk kemudian mengibaskan bulu dan sayapnya di atas kepala raja.
Raja itu memegang kekuasaannya selama tiga puluh tahun tanpa pernah mengalami sakit kepala, panas, flu, dan sakit lainnya. Melihat keadaan dirinya seperti itu, ia menjadi congkak dan angkuh, sehingga dia mengakui dirinya sebagai tuhan (Rabb). Dia mengajak menteri dan rakyatnya untuk menyembah kepada dirinya. Setiap orang yang menerima pengakuan dirinya sebagai tuhan, akan diberi hadiah dan mendapat keistimewaan, sedangkan yang enggan untuk menerimanya akan disiksa dan dibunuh. Akhirnya mereka tunduk kepada keinginan sang raja. Menteri dan penjaga istana menganggap dia sebagai tuhan selain Allah swt.
Suatu hari di saat pesta berlangsung, sang raja duduk di atas singgasana sambil mengenakan mahkota di atas kepalanya. Tiba-tiba muncul beberapa panglima menyampaikan berita, bahwa pasukan Persia telah siap membunuh raja. Sang raja amat panik, hingga mahkota yang dikenakannya jatuh dari atas kepala, sedang ia sendiri terjungkal dari singgasana. Salah seorang dari tiga pemuda yang berada di samping raja menyaksikan hal tersebut. Dia adalah si cerdik bernama Tamlikho. Pemuda itu berpikir dan berkata dalam hatinya, “Jika Diqyanus (si raja itu) adalah tuhan seperti yang ia akui sendiri, pastilah ia tidak akan sedih, tidak tidur, tidak kencing atau buang air. Karena semua bukan sifat dari Tuhan.
Setiap hari enam pemuda tersebut selalu berkumpul di tempat salah seorang dari mereka.  Setelah terjadi peristiwa tadi, mereka tengah berkumpul di tempat Tamlikho, namun Tamlikho tidak ikut makan dan minum. Mereka bertanya, “Wahai Tamlikho, mengapa engkau tidak makan dan minum?” Tamlikho menjawab, “Wahai saudara-saudaraku, telah terjadi sesuatu dalam hatiku, ini yang mencegahku makan, minum dan tidur.
Mereka bertanya, “Apa itu wahai Tamlikho?”
Dia menjawab, “Aku lama sekali berpikir tentang langit. Aku berkata, “Siapa yang meninggikan langit menjadi atap yang kokoh tanpa ada pengikat di atasnya dan tanpa tiang penyangga di bawahnya? Siapa yang menjalankan matahari dan bulan? Siapa yang menghiasi langit dengan bintang gemintang? Lalu aku lama termenung tentang bumi ini, siapa yangmenjadikannya terapung di alas permukaan laut? Siapa yang menahan dan mengikatnya dengan gunung-gunung yang kokoh agar tidak tenggelam?”
Kemudian aku berpikir tentang diriku. Aku berkata,
“Siapa yang mengeluarkanku dari rahim ibu? Siapa yang memberiku makan dan membimbingku? Sungguh ada Pencipta dan Pengatur semua ini selain Diqyanus.”
Lima pemuda tadi tersungkur ke lantai, mencium kedua kaki Tamlikho dan berkata, “Wahai Tamlikho, sungguh telah terjadi di hati kami apa yang telah melanda hatimu. Berilah kami petunjuk!”
Tamlikho berkata, “Wahai saudara-saudaraku, aku tidak mendapatkan jalan untukku dan untuk kalian, selain lari dari penguasa zalim menuju Penguasa langit dan bumi.”
Mereka berkata, “Pendapat yang benar adalah pendapatmu.”
Tamlikho bangkit membeli kurma dengan uang tiga dirham, lalu menyimpannya di dalam selendang. Mereka naik kuda dan pergi ke luar kota. Setelah berjalan sejauh tiga mil dari kota, Tamlikho berkata, “Saudaraku, telah hilang dari kita raja dunia dan kekuasaannya. Turunlah dari kuda dan berjalanlah, semoga Allah memudahkan urusan kalian dan memberikan jalan keluar kepada kita.”
Mereka pun turun dari kuda dan berjalan kaki sejauh tujuh farsakh, sampai kaki mereka berdarah kerena tidak terbiasa.
Tiba-tiba seorang penggembala menghampiri mereka…
Tamlikho bertanya, “Wahai penggembala, apakah engkau memiliki seteguk air atau susu?”
Aku punya apa yang kalian inginkan, tetapi aku lihat wajah kalian adalah wajah-wajah para raja. Menurutku kalian melarikan diri. Ceritakan pengalaman kalian kepadaku!
Kami memeluk agama yang melarang berbohong. Apakah kejujuran membuat kami selamat?
Maka mereka pun menceritakan apa yang mereka alami. Si penggembala langsung tersungkur mencium kaki mereka sambil berkata, “Sungguh terjadi di hatiku apa yang terjadi di hati kalian.
Si penggembala meminta mereka menunggunya. Sementara dia mengembalikan kambing-kambing kepada pemiliknya.
Mereka menunggu sampai si penggembala kembali, tapi kali ini dia kembali dengan diikuti seekor anjing.
Ketika para pemuda itu melihat anjing, satu sama lain saling berbicara…
Kami khawatir anjing ini akan membuka rahasia kita dengan gonggongannya.
 Mereka minta dengan sangat agar di penggembala mengusir anjingnya dengan batu.
Anjing itu berwarna hitam pekat dan namanya Qithmir. Ketika anjing itu melihat gelagat mereka, anjing itu pun lalu duduk dan dapat berbicara, “Wahai manusia, mengapa kalian hendak mengusirku, padahal aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa dan tiada sekutu atas-Nya. Izinkan aku menjaga kalian dari musuh yang akan mengganggu kalian. Aku ingin mendekatkan diri kepada Allah dengan hal itu.” Lalu mereka pun mengijinkannya.
Lalu mereka pun melanjutkan perjalanan. Sang penggembala mengajak para pemuda itu untuk menaiki gunung dan bersembunyi di dalam sebuah gua.
Orang Yahudi berkata, “Wahai Ali, apa nama gunung itu dan apa nama gua itu?”
Amirul Mukminin menjawab, “Wahai saudara Yahudi, nama gunung itu adalah Najlus dan nama gua itu adalah Washid atau Khairam.”
Imam Ali ra melanjutkan ceritanya, “Ternyata di dalam gua itu terdapat beberapa pohon yang berbuah dan mata air yang bening. Mereka memakan buah-buahan dan meminum air tersebut. Ketika malam tiba, mereka masuk ke dalam gua sedangkan anjing itu duduk di pintu gua, sambil menjulurkan kedua kaki depannya. Lalu Allah menyuruh malaikat maut untuk mencabut ruh mereka sementara waktu, dan menugaskan dua malaikat lainnya untuk menjaga dan mengurus setiap orang dari mereka. Kedua malaikat itu membalik-balikkan tubuh mereka ke kanan dan ke kiri dan dari kiri ke kanan.
Allah mewahyukan kepada matahari agar pada saat terbit bercondong dari gua mereka ke sebelah kanan dan ketika terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri.
Ketika raja Diqyanus kembali dari upacara, ia bertanya tentang para pemuda itu. Lalu dikatakan kepadanya, bahwa mereka telah meyakini Tuhan selain Raja Diqyanus. Mereka telah keluar dari istana dan melarikan diri darinya. Mendengar hal itu, maka raja pergi dengan depalan puluh ribu pasukan berkuda untuk mencari sang pemuda.
Sampailah sang raja di sebuah gunung dan ia sendiri yang naik ke atas gunung itu, kemudian mendekati sebuah gua. Raja melihat para pemuda yang dicari tengah berbaring, dia yakin para pemuda itu tengah tidur.
Raja berkata kepada anak buahnya, “Kalau aku hendak menyiksa mereka, aku tidak akan menyiksa lebih dari mereka menyiksa diri mereka sendiri. Datangkanlah para tukang bangunan!”
Akhirnya mulut gua ditutup dengan batu-batu dan sang raja berkata, “Katakanlah kepada mereka agar memohon kepada Tuhan mereka yang berada di langit. Jika benar ada, maka Tuhan mereka akan mengeluarkan para pemuda itu dari sini.”
Para pemuda tinggal dan tertidur di dalam gua selam tiga ratus sembilan tahun. Lalu Allah swt menghidupkan mereka kembali ketika matahari mulai terbit. Satu sama lain saling berkata, “Sungguh kami telah lalai dari ibadah kepada Allah swt. Mari kita pergi ke mata air.”
Ternyata mata air dan pohon-pohon telah kering. Salah seorang berkata, “Sungguh ini adalah hal yang sangat aneh. Bagaimana mata air seperti ini menjadi kering hanya dalam tempo satu malam, beitu juga dengan pepohonannya?”
Lalu Allah membuat mereka merasa lapar. Salah seorang berkata, “Siapa di antara kita yang bisa pergi membawa uang ke kota, membeli sesuatu untuk kita makan?
Hendaknya dia teliti jangan sampai makanan itu bercampur dengan lemak babi, seperti tercantum dalam firman Allah.
“Maka utuslah seorang dari kalian dengan (membawa) uang ini ke kota dan lihatlah makanan yang paling bersih.” (QS. Al-Kahfi: 19)
Yaitu makan yang halal dan enak untuk dimakan.”
Tamlikho berkata, “Wahai saudara-saudaraku, aku saja yang membeli makanan itu. Tetapi, wahai penggembala, berikan bajumu kepadaku dan kenakan bajuku ini.”
Tamlikho mengenakan baju si penggembala dan berjalan melalui tempat-tempat yang tidak ia ketahui. Ternyata di atas pintu gerbang kota berkibar bendera hijau yang bertuliskan “Tiada Tuhan selain Allah dan Isa Ruhullah”. Pemuda itu terpana melihat bendera itu, dan mengusap-usap matanya seraya berkata, “Apakah aku sedang bermimpi.”
Sesaat berlalu ia memasuki kota, dan melewati sekelompok orang yang tengah membaca kitab Injil. Beberapa orang menyapanya hingga ia sampai ke pasar dan menemui pedangang roti. Ia berkata, “Wahai tukang roti apa nama kota ini?”
“Afsus” jawab tukang roti ramah.
Ia bertanya lagi, ”Siapakah rajamu?”
“Abdurrahman”’ jawabnya singkat.
Tamlikho berkata, “Jika Anda benar, sungguh yang kualami ini sangat aneh. Berikan padaku makanan seharga uang dirham ini.”
Uang dirham yang berlaku pada masa Tamlikho berat dan besar, sehingga si tukang roti terheran-heran melihatnya.
Orang Yahudi berkata kepada Ali, “Jika kamu benar-benar tahu, katakan padaku berapa berat dirham itu?”
Imam Ali ra menjawab, “Wahai saudara Yahudi, kekasihku Muhammad saw memberitahuku, bahwa berat dirham itu sepuluh kali dari berat dirham saat ini.”
Imam Ali ra melanjutkan, “Tukang roti berkata kepada Tamlikho, “Wahai pemuda, engkau telah mendapat harta karun? Berikan sebagian kepadaku, jika tidak Anda akan kubawa kepada raja.”
Tamlikho berkata, “Aku tidak mendapatkan harta karun. Dirham ini kuperoleh dari hasil menjual buah-buahan seharga tiga dirham, tiga hari yang lalu. Aku keluar dari kota ini, sementara penghuninya sedang menyembah raja Diqyanus.”
Oenjual roti pun marah mendengarnya, “Tidakkah kamu senang mendapat harta karun, lalu memberikan sebagiannya kepadaku? Mengapa engkau menyebut seorang pengusa zalim yang mengaku dirinya tuhan? Dia telah mati tiga ratus tahun yang lalu. Anda telah menghinaku!”
Tukang roti menangkap Tamlikho, dan orang-orang pun berkumpul. Kemudian ia dibawa menghadap sang raja yang cerdas dan adil, “Apa yang pemuda ini lakukan?”
Mereka pun menjawab, “Orang ini telah mendapat harta karun.”
Raja berkata, “Tenanglah, Nabi kita Isa as membolehkan kita mengambil harta karun, tidak lebih dari seperlimanya saja. Maka serahkanlah kepadaku seperlima dari harta karun tersebut, setelah itu kamu dapat pergi dengan selamat.”
Tamlikho berkata, “Wahai raja, lihatlah masalahku ini. Aku tidak mendapatkan harta karun. Aku penduduk kota ini.”
“Kamu penduduk kota ini?” Tanya raja.
“Ya”, jawabnya.
Raja bertanya lagi, “Apa kamu kenal seseorang di kota ini?”
“Ya”, jawabnya Tamlikho. Kemudian ia menyebutkan kira-kira seribu orang. Namun tak satupun dari mereka yang dikenal oleh mereka yang berkumpul.
Sang raja berkata, “Hai, kami tidak ernah mengenal nama-nama itu. Mereka bukan penduduk zaman ini. Apa kamu punya rumah di kota ini?”
Tamlikho menjawab, “Ya, wahai paduka yang mulia. Utuslah seseorang bersamaku!”
Raja kemudian mengutus beberapa orang untuk pergi bersamanya. Mereka pergi menuju sebuah rumah yang berada di dataran tertinggi kota itu. Mereka sampai di satu rumah dan lalu mengetuknya. Tidak lama kemudian keluarlah seorang tua renta, kedua alisnya panjang terurai ke bawah menutupi kedua matanya.
Pengawal berkata, “Pemuda ini mengaku bahwa ini adalah rumahnya.”
Orang tua itu marah dan menoleh kepada Tamlikho, “Siapa namamu?!”
“Tamlikho bin Filsin”, jawab Tamlikho.
Ulangi lagi!
Tamlokho bin Filsin
Kemudian orang tua itu tersungkur menciumi tangan dan kaki Tamlikho, “Dia adalah kekekku. Dia adalah salah seorang pemuda yang lari dari Diqyanus, raja yang zalim, menuju Raja langit dan bumi. Sungguh Nabi Isa pernah mengatakan, bahwa mereka akan hidup kembali di dunia ini.”
Berita tersebut akhirnya sampai ke telinga raja, ia pun segera mendatangi mereka.
Ketika melihat Tamlikho, raja segera turun dari kuda dan mengangkat Tamlikho ke atas pundaknya. Orang-orang pun menciumi tangan dan kaki Tamlikho.
Mereka bertanya, “Hai Tamlikho, apa yang sedang dikerjakan teman-temanmu? Tamlikho memberitahu bahwa mereka berada di dalam gua. Pada saat itu kota Afsus dikuasai oleh dua penguasa, penguasa mukmin dan kafir.
Keduanya lalu berangkat diiringi para pengikutnya. Ketika mereka mendekati gua, Tamlikho berkata kepada mereka, “Aku khawatir saudara-saudaraku mendengar suara kaki kuda  dan gemerincing senjata, sehingga mereka anggap Diqyanus telah bersiap menyerang. Mereka akan sangat ketakutan. Oleh karenanya kalian tinggallah di sini sebentar, biarkan aku masuk ke dalam untuk memberitahu mereka.
Mereka pun setuju dan Tamlkho masuk menemui teman-temannya.
Para pemuda tadi langsung merangkul Tamlikho sambil berkata, “Alhamdulillah.” Allah swt telah menyelamatkan dirimu dari Diqyanus!”
Tamlikho berkata, “Tahukah kalian, berapa lama kita tinggal di tempat ini?”
“Dua hari satu malam”, jawab mereka.
Tamlikho berkata lagi, “Tidak, tetapi kalian tinggal di sini, tiga ratus sembilan tahun!” Diqyanus kini telah mati. Waktu demi waktu telah berlalu dan kini penduduk kota telah beriman kepada Allah Yang Mahabesar.
Mereka berkata, “Wahai Tamlikho, kamu ingini kita berbuat fitnah (baca: keributan atau prahara) kepada orang-orang itu?”
Kata Tamlikho, “Lalu apa yang kalian inginkan?”
Mereka berkata, “Angkatlah tanganmu, kami akan mengangkat tangan kami.” Mereka semua mengangkat tangan dan berdoa, “Ya Allah, demi kebenaran yang Engkau tampakkan kepada kami, berupa keanehan dalam diri kami, cabutlah nyawa kami agar tidak seorang pun mengetahui kami.
Allah swt mengutus malaikat maut untuk mencabut nyawa mereka. Lalu Allah menutup pintu gua.
Kedua raja itu tidak sabar menanti. Mereka segera menyusul Tamlikho karena lama.
Dua penguasa tadi mengelilingi gua selama tujuh hari tujuh malam, namun tidak menemukan pintu atau lubang pada gua itu. Mereka berdua yakin bahwa itu adalah kebesaran ciptaan Allah Yang Mahamulia, dan bahwa keadaan ini merupakan pelajaran (‘ibrah) penting yang diperlihatkan kepada kita semua.
Penguasa yang beriman berkata, “Meraka mati atas dasar agamaku dan akan kubangun di atas pintu gua ini, sebuah mesjid.” Sementara penguasa kafir berkata, “Tidak! Mereka mati atas dasar agamaku dan akan kubangun tempat peribadatan.”
Akhirnya mereka berperang dan penguasa mukmin mengalahkan penguasa kafir, yang dijelaskan Allah swt: “Dan berkata orang-orang yang menang, akan kami jadikan di atas mereka sebuah mesjid” (QS. Al-Kahfi: 21).
Itulah kisah mereka, wahai Yahudi.” Lalu Imam Ali ra berkata, “Aku bertanya kepadamu wahai Yahudi, apakah semua itu sesuai dengan yang ada di dalam Taurat kalian?”
Orang Yahudi itu berkata, “Anda tidak menambah dan tidak mengurangi satu kata pun wahai Abul Hasan. Jangan lagi anda panggil aku Yahudi. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah hamba serta utusan Allah, dan anda adalah orang yang paling pandai dari umat Muhammad ini.”
Hikmah yang dapat diambil dari kisah ini adalah Allah swt akan menolong orang-orang yang berbuat baik dan ingin menghancurkan serta meninggalkan kezaliman.
Allah swt akan selalu menjaga dan mencintai orang-orang yang beriman kepada-Nya dan kepada utusan-Nya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sempurnanya Kecerdasan Ali Bin Abi Thalib

Kutipan [1]:
Umar bin Khatab ra bertanya kepada Ali bin Abi Thalib as, “Aku heran kepadamu wahai Ali! Karena setiap kesulitan yang aku tanyakan kepadamu, engkau tidak pernah mengatakan `tidak tahu` dan menjawabnya langsung, bahkan tanpa berpikir sejenak pun.”

Lalu Ali bin Abi Thalib as menunjukan lima jarinya ke hadapan Umar bin Khatab seraya berkata, “Wahai Umar, berapakah ini?”

Seketika itu juga Umar bin Khatab menjawab, “Lima!”

Imam Ali bin Abi Thalib berkata, “Ketahuilah wahai umar! Sesungguhnya bagiku, semua ilmu pengetahuan dan jawaban dari segala masalah adalah semudah engkau menjawab pertanyaanku tadi.”

Komentar :

Rasulullah saw bersabda, “Ana Madinatil Ilmi, Wa Aliyun Babuha.” Yang artinya “Aku adalah Kota Ilmu, sedangkan Ali adalah pintunya.” Sebuah hadis yang sangat populer di kalangan syiah.

Dalam keyakinan kaum syiah, tiada jalan keselamatan kecuali berwilayah kepada Ali bin Abi Thalib, yang memiliki pengetahuan sempurna setelah Nabi Muhammad. Mereka meyakni, dalam Ali bin Abi Thalib memiliki kwalitas keilmuan yang sebanding dengan Rasulullah, yakni yang mengetahui segala pengetahuan. Tidak ada sahabat lain yang memiliki pengetahuan sebanding dengan Nabi saw kecuali Ali bin Abi Thalib.

Bila kita menelurusi seluruh riwayat dalam literatur sunni maupun syiah, dapat kita temukan banyak riwayat di mana Abu Bakar dan Umar kesulitan menjawab suatu pertanyaan, tapi tidak dengan Ali bin Abi Thalib. Tidak dapat ditemukan di dalam literatur mazhab manapun, dimana terdapat riwayat bahwa Ali bin Abi Thalib tidak dapat menjawab pertanyaan siapa saja tentang apa saja. Bahkan ketika ada seseorang yang bertanya ,”Siapa yang mengetahui jumlah semut yang ada di sebuah padang rumput?” Ali bin Abi Thalib langsung menunjukan bahwa dirinyalah yang mengetahui jumlah semut itu.

Tampaknya keyakinan kaum syiah terhadap kesempurnaan pengetahuan Ali bin Abi Thalib terlaul ekstrem. Hal itu tampak sangat kontras atau bahkan bertolak belakang dengan keyakinan mazhab non syiah yang bahkan menganggap Nabi itu seorang manusia biasa yang jangankan sempurna kecerdasannya, bahkan dalam keyakinan mazhab ini, untuk baca dan tulis pun Nabi saw tidak mampu. Bagi mereka inilah makna dari sebutan Nabi Umy, yaitu Nabi yang Umy. Sementara kaum syiah meyakininya sebagai Nabi Kaum Umy, yakni kaumnyalah yang Umi, tak bisa baca tulis, bukan Nabinya.

Pertentangan keyakinan tentang kesemperunaan kecerdasan Ali bin Abi Thalib dan Muhammad saw ini tidaklah perlu menjadi bahan perselisihan. Tapi, marilah kita dengarkan kedua belah pihak dengan segenap argumentasinya. Selanjutnya, berilah kebebasan kepada diri kita sendiri dan orang lain untuk meyakini argumentasi yang terbaik menurut penilaian masing-masing.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kisah Masuk Islam-nya Umar bin Khattab R


Umar bin Khattab ra terkenal sebagai orang yang berwatak keras dan bertubuh tegap. Sering kali pada awalnya (sebelum masuk Islam) kaum muslimin mendapatkan perlakukan kasar darinya. Sebenarnya di dalam hati Umar sering berkecamuk perasaan-perasaan yang berlawanan, antara pengagungannya terhadap ajaran nenek moyang, kesenangan terhadap hiburan dan mabuk-mabukan dengan kekagumannya terhadap ketabahan kaum muslimin serta bisikan hatinya bahwa boleh jadi apa yang dibawa oleh Islam itu lebih mulia dan lebih baik.
Sampailah kemudian suatu hari, beliau berjalan dengan pedang terhunus untuk segera menghabisi Rasulullah SAW. Namun di tengah jalan, beliau dihadang oleh Abdullah an-Nahham al-‘Adawi seraya bertanya:
“Hendak kemana engkau ya Umar ?”,
“Aku hendak membunuh Muhammad”, jawabnya.
“Apakah engkau akan aman dari Bani Hasyim dan Bani Zuhroh jika engkau membunuh Muhammad ?”,
“Jangan-jangan engkau sudah murtad dan meninggalkan agama asal-mu?”. Tanya Umar.
“Maukah engkau ku tunjukkan yang lebih mengagetkan dari itu wahai Umar, sesungguhnya saudara perempuanmu dan iparmu telah murtad dan telah meninggalkan agamamu”, kata Abdullah.
Setelah mendengar hal tersebut, Umar langsung menuju ke rumah adiknya. Saat itu di dalam rumah tersebut terdapat Khabbab bin Art yang sedang mengajarkan al-Quran kepada keduanya (Fatimah, saudara perempuan Umar dan suaminya). Namun ketika Khabbab merasakan kedatangan Umar, dia segera bersembunyi di balik rumah. Sementara Fatimah, segera menutupi lembaran al-Quran.
Sebelum masuk rumah, rupanya Umar telah mendengar bacaan Khabbab, lalu dia bertanya :
“Suara apakah yang tadi saya dengar dari kalian?”,
“Tidak ada suara apa-apa kecuali obrolan kami berdua saja”, jawab mereka
“Pasti kalian telah murtad”, kata Umar dengan geram
“Wahai Umar, bagaimana pendapatmu jika kebenaran bukan berada pada agamamu ?”, jawab ipar Umar.
Mendengar jawaban tersebut, Umar langsung menendangnya dengan keras hingga jatuh dan berdarah. Fatimah segera memba-ngunkan suaminya yang berlumuran darah, namun Fatimah pun ditampar dengan keras hingga wajahnya berdarah, maka berkata-lah Fatimah kepada Umar dengan penuh amarah:
“Wahai Umar, jika kebenaran bukan terdapat pada agamamu, maka aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah Rasulullah”
Melihat keadaan saudara perempuannya dalam keadaan ber-darah, timbul penyesalan dan rasa malu di hati Umar. Lalu dia meminta lembaran al-Quran tersebut. Namun Fatimah menolaknya seraya mengatakan bahwa Umar najis, dan al-Quran tidak boleh disentuh kecuali oleh orang-orang yang telah bersuci. Fatimah memerintahkan Umar untuk mandi jika ingin menyentuh mushaf tersebut dan Umar pun menurutinya.
Setelah mandi, Umar membaca lembaran tersebut, lalu membaca : Bismillahirrahmanirrahim. Kemudian dia berkomentar: “Ini adalah nama-nama yang indah nan suci”
Kemudian beliau terus membaca :
طه
Hingga ayat :
إنني أنا الله لا إله إلا أنا فاعبدني وأقم الصلاة لذكري
“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”
(QS. Thaha : 14)
Beliau berkata :
“Betapa indah dan mulianya ucapan ini. Tunjukkan padaku di mana Muhammad”.
Mendengar ucapan tersebut, Khabab bin Art keluar dari balik rumah, seraya berkata: “Bergembiralah wahai Umar, saya berharap bahwa doa Rasulullah SAW pada malam Kamis lalu adalah untukmu, beliau SAW berdoa :
“Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah seorang dari dua orang yang lebih Engkau cintai; Umar bin Khattab atau Abu Jahal bin Hisyam”. Rasulullah SAW sekarang berada di sebuah rumah di kaki bukit Shafa”.
Umar bergegas menuju rumah tersebut seraya membawa pedangnya. Tiba di sana dia mengetuk pintu. Seseorang yang ber-ada di dalamnya, berupaya mengintipnya lewat celah pintu, dilihatnya Umar bin Khattab datang dengan garang bersama pedangnya. Segera dia beritahu Rasulullah SAW, dan merekapun berkumpul. Hamzah bertanya:
“Ada apa ?”.
“Umar” Jawab mereka.
“Umar ?!, bukakan pintu untuknya, jika dia datang membawa kebaikan, kita sambut. Tapi jika dia datang membawa keburukan, kita bunuh dia dengan pedangnya sendiri”.
Rasulullah SAW memberi isyarat agar Hamzah menemui Umar. Lalu Hamzah segera menemui Umar, dan membawanya menemui Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah SAW memegang baju dan gagang pedangnya, lalu ditariknya dengan keras, seraya berkata :
“Engkau wahai Umar, akankah engkau terus begini hingga kehinaan dan adzab Allah diturunakan kepadamu sebagaimana yang dialami oleh Walid bin Mughirah ?, Ya Allah inilah Umar bin Khattab, Ya Allah, kokohkanlah Islam dengan Umar bin Khattab”.
Maka berkatalah Umar :
“Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang disembah selain Allah, dan Engkau adalah Rasulullah .
Kesaksian Umar tersebut disambut gema takbir oleh orang-orang yang berada di dalam rumah saat itu, hingga suaranya terdengar ke Masjidil-Haram.
Masuk Islamnya Umar menimbulkan kegemparan di kalangan orang-orang musyrik, sebaliknya disambut suka cita oleh kaum muslimin.

Kisah masuk islamnya Umar bin Khattab, saya baca ketika saya kelas 1 SMP. Ketika itu, saya sedang iseng, dan main ke perpustakaan sekolah. Saya mendapatkan salah satu buku tipis.. tentang Umar bin Khattab san saya membacanya lembar demi lembar. Pada bagian ini sungguh saya merasa sangat tergugah… sehingga tampak terasa saya sempat meneteskan air mata.. Kenapa ? Saya pun tidak tahu sebabnya. Karena saya kesulitan mencari buku itu, tepatnya saya lupa, maka saya cuplikan tulisan di atas dari salah satu situs di (terimakasih pada penulisnya) :
http://rinalbella-rinal.blogspot.com/2009/09/kisah-masuk-islam-nya-umar-bin-khattab.html

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Perjalanan Hijarah Nabi Muhammad



            Kita kembali mengentuk pintu tahun baru hijriyah.gerbang muharram 14 234 hijrayah kini berada di depan  mata.setumpuk harapan dan impian menggerora di dada kita meyertai datangnya tahun baru hijriyah ini
KISAH HIJRAH NABI MUHAMMAD S.A.W DARI MEKAH KE MADINAH
Nabi Muhammad s.a.w hijrah ke Madinah setelah mendapatkaan wahyu dari Allah (Q.s. Al-anfal ayat 30). Diterangkan bahwa ada orang-orang yang berdaya upaya untuk mencelakai Nabi. Nabi berhijrah bersama sahabatnya Abu bakar a.s.
Sebelum melakukan perjalanan ke Madinah, Nabi bersama Abu Bakar bersembunyi di gunung tsur dalam Gua tsur selama 3 hari 3 malam.
Pada saat itu Nabi dan Sahabat Abu Bakar tengah pengejaran para kaum musyrikin quraisy. Mereka hendak membunuh Nabi sebagai upaya memadamkan cahaya islam.
Namun, upaya pengejaran belum berhasil karena banyak pertolongan Allah diberikan kepada Nabi dan Abu Bakar. Terlihat dari adanya sarang laba-laba dan sarang telur merpati di pintu gua tsur. Sehingga mengindikasikan tidak ada orang di dalamnya.
Barulah setelah itu, Nabi bersama sahabat Abu Bakar memulai perjalanan menuju Madinah. Diriwayatkan bahwa Nabi dan Abu bakar melakukan perjalanan bersama dua orang penunjuk jalan yaitu Abdullah bin Uraiqith dan Amir Bin Fuhairah dengan berkendaraan unta.
Kaum musyrikin quraisy setelah kehilangan Nabi dan Abu Bakar, mereka sibuk menyiarkan ke sekeliling kota Mekah dan kepada Suku-suku dan kabilah, kepala-kepalanya dimintai pertolongan untuk mencari Nabi Muhammad. Siapapun yang berhasil menangkap nabi akan diberikan 100 ekor unta.
Di tengah perjalanan di sebuah dusun bernama qudaidin. Salah seorang penduduknya mengenali Nabi dan sahabat Abu bakar. Kemudian diceritakan kepada pemimpin kabilahnya bernama Suraqah bin Malik Al Mudlij. Namun Suraqah menyangkalnya karena ia ingin menangkapnya sendirian.
Secepatnya Suraqah mengejar perjalanan Nabi dan Sahabat Abu Bakar. Abu  bakar yang mengetahui ada seseorang mengejarnya merasa khawatir sampai menangis kalau orang tersebut menangkap Nabi. Nabi pun berdoa’a kepada Allah dan dengan kehendak Allah berulang kali kuda yang ditunggangi Suraqah tergelincir dan Suraqah jatuh terpelanting ke tanah. Keluarlah rasa bahwa kemenangan akan di dapat oleh Nabi Muhammad.
Kemudian Suraqah memanggil nama Nabi dan meminta perlindungan dari bahaya dan juga mengucapkan beribu maaf.  Akhirnya mengadakan perjanjian tertulis.
Dari Suraqahlah Nabi mulai mengetahui tentang imbalan 100 ekor unta jika berhasil menangkapnya. Nabi tersenyum dan memerintahkan untuk merahasiakan tentang kepergian dirinya.
Selanjutnya Nabi dan sahabat Abu Bakar singgah di sebuah perkemahan milik seorang perempuan bernama Ummu Ma’bad. Mereka hendak membeli kurma, daging, dan air susu. Pada saat itu nabi melihat seekor kambing yang kurus menderita payah dan sakit. Beliau hendak memerah susunya dengan ijin Allah memancarlah begitu banyak air susu, padahal kambing itu sudah tidak bisa lagi mengeluarkan air susu. Peristiwa menakjubkan ini diceritakan kembali oleh Ummu Ma’bad kepada suaminya Abu Ma’bad. Sampai-sampai ia pun bercita-cita jika bertemu Nabi ingin menjadi pengikut dan sahabatnya.
Sesudah itu, bertemu pula dengan rombonganm kafilah dari Qabilah Banu Sahmin yang dikepalai oleh Buraidah bin Al-Hashib Al-Aslamy. Buraidah yang berhasrat mendapatkan hadiah 100 ekor unta ingin pula menangkap Nabi.
Beserta 70 orang kaumnya hendak menangkap Nabi namun dengan kehendak Allah seketika itu mereka semua membaca Syahadat dan berislam.
Sebelum sampai di Madinah beliau telah mendapat pengikut baru yang dijumpai selama perjalanan. Mereka mengiringi Nabi hingga ke Madinah. Saat masuk ke Madinah dikibarkanlah bendera.
Artikel 2
DI DALAM GOA TSUR
Rasullah (SAW) dan Abu Bakar (RA) tinggal di dalam goa Tsur pada hari Jum’at, Sabtu, dan Ahad. Selama itu, berlangsung pertolongan bagi mereka berdua.
1. Abdullah bin Abu Bakar (RA) mendatangi goa pada malam hari dan menyampaikan berita perihal berbagai rencana dan kegiatan orang-orang kafir kepada mereka berdua. Sebelum fajar ia sudah kembali ke Makkah sehingga seolah-olah ia selalu berada di Makkah.
2. Amar bin Fuhairah menggiring domba-domba gembalaannya ke dalam goa pada malam hari sehingga Rasulullah (SAW) dan Abu Bakar (RA) bisa minum susu domba hingga cukup kenyang. Amar menggiring kembali domba-dombanya ke Makkah sebelum fajar selang beberapa waktu setelah Abdullah bin Abu Bakar kembali ke Makkah, dengan demikian jejak kaki Abdullah terhapus oleh jejak domba-domba itu.
3. Abdullah bin Ariqat Laitsi, seorang kafir yang dapat dipercaya dan bekerja sebagai pemandu yang diupah oleh Abu Bakar (RA) datang ke goa ini, setelah hari ke-tiga, membawa dua ekor onta.
4. Pada waktu itu Abu Bakar (RA) menawarkan satu dari onta itu kepada Nabi (SAW) sebagai hadiah. Namun beliau (SAW) memaksa membeli onta itu. Abu Bakar (RA) pun akhirnya bersedia menerima pembayaran sebesar empat ratus dirham untuk onta itu. Onta inilah yang kemudian dikenal sebagai onta Rasulullah (SAW) yang dinamai Quswa.
5. Dengan dipandu oleh Abdullah bin Ariqat, mereka berdua memulai perjalanan menuju Madinah. Amar juga menyertai perjalanan mereka.
Artikel 3
PERJALANAN HIJRAH RASULULLAH (SAW)
Dari rumah beliau; Rasulullah (SAW) pergi menuju rumah Abu Bakar (RA) dan kemudian mereka berdua melompat keluar melalui jendela belakang rumah dan melarikan diri di kegelapan malam sebagaimana telah direncanakan. Berdua saja mereka menempuh jarak lebih-kurang 7.5 Km menuju sebuah goa yang dikenal dengan sebutan “Goa Tsur”.
Orang-orang kafir amat sangat marah karena ternyata adalah Ali (RA) yang berada di tempat tidur Nabi Muhammad (SAW), maka pencarian dan pengejaran secara besar-besaran terhadap Rasulullah (SAW) pun mereka lakukan. Mereka mengumumkan sayembara berhadiah 100 ekor onta bagi siapa saja yang dapat menyerahkan kepala Nabi (SAW).
Artikel 4

Hijrah Nabi Muhammad

Pada September 622, terdapat skenario pembunuhan kepada Nabi Muhammad, maka secara diam-diam Nabi Muhammad bersama abu bakar pergi meninggalkan kota Mekkah. Sedikit demi sedikit, Nabi Muhammad dan pengikutnya berhijrah ke Yastrib 320 kilometer (200 mil) utara Mekkah. Yastrib kemudian berubah nama menjadi Madinat un-Nabi, yang berarti "kota Nabi", tapi kata un-Nabi menghilang, dan hanya disebut Madinah, yang berarti "kota". Penanggalan Isalm yang disebut hijriah dicetuskan oleh Umar bin Khattab  pada tahun 638 atau 17 tahun setelah peristiwa hijrah. Kota tempat tinggal Nabi Muhammad disebut Madinah dan wilayah sekitarnya disebut Yastrib.
http://bolehjadikiamatsudahdekat.com/baru/images/stories/kalimat-tauhid-300x265.jpgArtikel 5
Kalimah Thayyibah
Sungguh tiada Kalimat yang lebih indah dari Kalimat “Laa Ilaha Illa Allah”. Kalimat inilah yang menjadi pembeda seseorang, apakah ia Muslim, Ataukah ia Kafir. Kalimat yang membawa kemaslahatan di seluruh Dunia. Kalimat yang sangat dibenci pihak-pihak tertentu. Kalimat yang dapat membuat perubahan besar pada wajah Dunia. Kalimat yang membawa penerangan bagi segenap Umat Manusia di seluruh Alam. Kalimat inilah yang akan membuat seseorang bergembira di Hari Kiamat. Sebagai mana pertanyaan Abu Hurairah ra kepada Rasulullah saw :
يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَدْ ظَنَنْتُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ أَنْ لَا يَسْأَلُنِي عَنْ هَذَا الْحَدِيثِ أَحَدٌ أَوَّلُ مِنْكَ لِمَا رَأَيْتُ مِنْ حِرْصِكَ عَلَى الْحَدِيثِ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ أَوْ نَفْسِهِ
"Wahai Rasulullah siapakah orang yang paling berbahagia dengan syafa'atmu pada hari kiamat?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Aku telah menduga wahai Abu Hurairah, bahwa tidak ada orang yang mendahuluimu dalam menanyakan masalah ini, karena aku lihat betapa perhatian dirimu terhadap hadits. Orang yang paling berbahagia dengan syafa'atku pada hari kiamat adalah orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallah dengan ikhlas dari hatinya atau jiwanya".(H.R Bukhari)
Di seluruh Dunia, setiap orang yang akan menjadi Muslim pasti akan mengucapkan kalimat ini. Dan setiap Muslimyang taat, psati akan sangat sering mengulang-ulang kalimat ini, baik dalam sholatnya, dzikirnya, maupun dalam setiap do’a-do’anya.
Seseorang yang sering-sering mengucapkan kalimat ini, akan dengan sendirinya terhindar dari perbuatan-perbuatan dosa. Kalimat ini ialah kalimat tertinggi dalam tingkatan keimanan. Sebagaimana dalam hadist :
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَفْضَلُهَا قَوْلُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْعَظْمِ عَنْ الطَّرِيقِ وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الْإِيمَانِ
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Iman itu ada tujuh puluh cabang, yang paling tinggi adalah ucapan LAA ILAAHA ILLAALLAH dan yang paling rendah adalah menyingkirkan tulang dari jalan, dan malu adalah bagian dari keimanan."(H.R Abu Daud)
Lalu apakah makna dari kalimat ini? Sungguh kalimat ini ialah susunan kalimat yang datang hanya dari Allah swt, dan tiada seorang makhlukpun ciptaanNya yang dapat membuat yang semisal.
Makna dari kalimat ini, pertama adalah penolakan terhadap segala ‘ilah’ yang berarti sesembahan atau tuhan atau bisa juga idola, yang diagung-agungkan selain Allah swt yang satu. Selanjutnya adalah pengakuan akan hanya Allah satu-satunya dan tiada lain yang dapat diagungkan dan dipuja-puja. Dua hal inilah yang menjadikan seseorang telah Muslim dan akan diakui keislamannya. Namun, kedua hal ini tidak hanya sekedar pengucapan dan tidak menuntut pertanggungjawaban, sebaliknya, segera setelah seseorang mengucapkan Kalimat “ Laa Ilaha Illa Allah” akan muncullah serangkaian kewajiban-kewajiban yang mengiringinya.
Namun saudaraku sekalian, sungguh sekali lagi, tiadalah kalimat terbaik yang dapat diucapkan seseorang selain kalimat ini. sehingga, dengan hanya mengucapkannya saja seseorang sudah diwajibkan Allah untuknya surga dan terhindar dari api neraka yang menyala-nyala. Sebagaimana dalam Hadist Nabi saw :
     مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ أَوْجَبَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ بِهَا الْجَنَّةَ وَأَعْتَقَهُ بِهَا مِنْ النَّا 
“Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah,
Allah Azzawajalla mewajibkan surga baginya dan
menyelamatkannya dari neraka.”( H.R Ahmad)
Karena itulah sudaraku, sebarkanlah Kalimat ini kepada sebanyak-banyaknya orang dengan cara yang lembut. Ajaklah mereka untuk menikmati keindahan beriman dan berislam. Sebagaimana yang dicontohkan Nabi saw. Beliau mengajak sebanyak-banyaknya Manusia agar dapat merasakan hidayah Allah swt. Dan inilah kewajiban kita sebagai Umat Islam. Sesungguhnyaorang-orang yang tidak mengetahui kebenaran Islam ialah orang-orang yang tersesat. Tugas kitalah sebagai yang mengetahuinya untuk memberikan petunjuk kepada mereka.
Wallahu A’lam Bishshawwab…

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS